Pandu Satria

Sometime imagination better than knowledge

Berminat menjadi Flex Developer?

leave a comment »

Mempelajari Flex sangatlah mudah bagi developer/programmer aplikasi yang berasal dari Java, C#, C++, VB, Delphi dan dari bidang pemrogramman lain yang terbiasa dengan konsep component/class. Kunci dari kemudahan itu lebih disebabkan karena developer yang sudah terbiasa dalam pengembangan berorientasi object / class/ component akan lebih mudah memahami konsep Framework Flex yang sejatinya merupakan kumpulan object /component dalam satu package raksasa framework actionscript yang berjalan di Flash Platform.

Seiring dengan kedewasaan web yang bergerak menuju era Web 2/3.0, RIA dan SOA (Services Oriented Architecture), Flex menjadi salah satu kandidat (lainnya JavaFX, GWT, Silverlight Platform) yang semakin diminati dipasar masa depan. Permintaan yang meningkat pesat dalam waktu singkat terhadap developer Flex tidak diimbangi dengan tersedianya developer Flex dalam jumlah yang mencukupi menyebabkan developer Flex yang berpengalaman masih sulit dicari.

Hal ini menyebabkan adanya pergerakan dalam jumlah luar biasa dari developer Java yang memperluas keterampilannya ke teknologi ini. Bisa diperhatikan di pasar dunia (terutama Amerika) banyak perusahaan besar yang lebih memilih mencari developer Flex yang mempunyai riwayat bagus dalam skill Java.

Kebanyakan developer Java berpendapat mempelajari Object Oriented di Actionscript dan UI markup language (MXML) seperti ber-rekreasi di taman baru. Kalaupun ada tantangan yang muncul (bagi mereka) adalah dalam urusan design. Karena developer bahasa Java, C# dan bahasa Object Oriented lainnya adalah murni developer dan untuk urusan design, animasi di Flash merupakan hal lain bagi mereka. Tetapi dengan teknologi di Flex ini memungkinkan kedua skill tadi menjadi saling berkaitan erat.

Terdapat jutaan developer Flex saat ini tapi masih belum mencukupi kebutuhan pasar. Keadaan ini persis sama yang dialami Java diakhir 90-an. Sehingga komunitas Flex dunia perlu memenuhinya dengan merekrut tenaga siap pakai yang berasal dari bidang lain, salah satu caranya dengan porting kemudian mengajak mereka mempelajari Flex. Kira-kira terdapat 5-10 juta developer diluar sana yang pantas menjadi kandidat. Kemudian membuat team Flex yang mantap ditempat anda.

Bila anda sudah merasa cukup sebagai Flex Developer yang berasal dari Actionscript Coder / Flash Developer dan sudah siap masuk ke medan ini perlu anda perhatikan beberapa fakta :

“Kebanyakan Team – team besar Flex Developer bukan berasal murni dari komunitas Flash.”

Contohnya Buzzword Virtual Ubiquity. Team ini tidak mempunyai pengalaman sama sekali di Flex apalagi di Flash. Kebanyakan mereka developer tangguh di C dan C++ untuk pengembangan aplikasi desktop. Nasib mereka berawal dari kenekatan porting ke Flex sewaktu Flex 2 masih Beta 2. Berawal dari sekedar menulis prototype aplikasi editor document, kemudian memantapkan diri mengembangkan sebuah editor dokumen online lengkap. Saat ini team mereka adalah salah satu yang terdepan dalam penerapan Flex. Ini ditunjang oleh pemahaman dan pengetahuan yang sangat mendalam dan berpengalaman di bidang Object Oriented Development.

Kemudian Yahoo Web Messenger, team ini juga tidak mempunyai pengalaman sama sekali di Flex / Flash sebelumnya. Tetapi aplikasi instant messenger di web yang dikembangkan berasal dari Yahoo Messenger yang di-porting ke protokol flash.net.Socket di Actionscript 3.0.

Masih banyak lagi seperti Farata System, Cynergy System, Google Map API, Twitter dan lainnya yang digawangi orang-orang yang sudah matang sebelum menyeberang ke Flex. Kuncinya adalah mereka sudah sangat paham tentang Design Pattern dan skill lainnya yang diperlukan untuk mempelajari Flex, juga terdapat faktor penting lain yaitu keterampilan dan pengalaman-pengalaman tertentu yang sulit diajarkan langsung dan cuma bisa didapatkan di proyek nyata selama bertahun-tahun sebelumnya.

Bila anda merasa sangat tertarik di Flex dan Flash Platform, dan ingin berkiprah total di bidang ini, paling tidak ada beberapa yang perlu diperhatikan :

  • Pengembangan Component, paling tidak anda sudah terbiasa berurusan dengan pembuatan component di Flex, karena sebagian besar bergaul di Flex melulu ke component. Biasakan akrab dengan createChildren(), commitProperties(), measure(), updateDisplayList() sampai ke urusan packaging swc, dan lain-lain.
  • Desktop Application Development, ini tidak perlu geek banget, tapi setidaknya anda sudah tahu kalau Flex sebagai applikasi RIA mampu menyiapkan diri pada keadaan online/offline. Desktop Development sedikit banyak juga diperlukan dalam pengembangan Aplikasi AIR.
  • OOP Skills – Classes, Interface, Composition, Inheritance, hierarki Object di Flex termasuk DisplayObject dan Container.
  • Development/ Design / Architecture Pattern, Konsep Framework, MVC dll.
  • Other Languages, seperti Java, C, C++. C# dll untuk memperluas wawasan dan memudahkan anda porting third party API/ algorithma yang available ke actionscript.
  • CSS Design, Skinning , Animations, Easing dan Effects, bisa jadi salah satu wilayah yang abu-abu di Flex, jarang developer murni berurusan disini. Bila anda enjoy dengan design dan interactive content mungkin cocok menjadi sub-spesialisasi disini.

Written by ndoet

10/11/2010 at 8:24 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: